• Muhammad Firdaus

Gambaran Singkat Corporate University dan Pembelajaran di Tempat Kerja

Updated: Apr 10, 2018


Gambaran Singkat Corporate University dan Pembelajaran di Tempat Kerja Corporate University menganut sistem pembelajaran holistik yang bersifat continues. Oleh karena itu Corporate University tidak dapat dipisahkan dengan pembelajaran di tempat kerja sebagai pelengkap dan/atau alternatif pembelajaran klasikal yang berlangsung di tempat ruang kelas pelatihan.



Corporate University

Corporate University bukanlah sekadar nama lain yang megah dari pusat pelatihan yang ada dewasa ini. Keduanya memiliki perbedaan mendasar. Corporate university bersifat strategis dan mengintegrasikan seluruh komponen yang memepengaruhi kinerja pegawai; sementara pusat pelatihan hanya berfokus pada pengembangan secara taktis yaitu mengisi kesenjangan yang terdapat dalam fungsi pekerjaan seorang pegawai. Lebih dari itu, corporate univeristy adalah tempat untuk menyusun perencanaan strategis, manajemen perubahan, pengembangan berkelanjutan, pelatihan teknis, pelatihan kepemimpinan dan masih banyak lagi (Kraska n.d.).Istilah Corporate University mulai muncul sekitar 40 tahun yang lalu dan jumlahnya terus bertambah. Pada tahun 1993 terdapat sekitar 400 corporate universiti di dunia. Pada tahun 2001 angka ini melonjak ke lebih 2,000 (Nee 2018). Menurut Tom McCarty dari Motorola University, corporate university adalah “organisasi yang bertanggung jawab pengelola proses pembelajaran dan aset pengetahuan organisasi dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan. Pembelajaran formal berbasis ruang kelas dipadukan dengan mentoring di tempat kerja dan pembelajaran peribadi secara informal. Pegawai dalam proses belajarnya diharapkan menemukan sendiri solusi permasalahannya melalui pencermatan sendiri dengan mengeksplorasi perpustakaan, membaca hasil penelitian, dan berdialog dengan rekan kerja.Di Indonesia telah bermunculan corporate university yang dipelopori oleh perusahaan swasta dan BUMN, seperti BNI, BRI, Bank mandiri, Bank Danamon, Bank Mandiri, PLN, Garuda Indonesia. PT. Pelindo II. Untuk sektor publik dipelopori oleh Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan.


Konseptualisasi Corporate University ASN

Corpu ASN adalah sebuah entitas yang diperuntukkan bagi pembangunan kompetensi manajerial dan sosial kultural. Dalam hal ini Lembaga Administrasi Negara sesuai dengan kewenangan dan fungsi yang ada dapat bertidak sebagai holding atau pembina. Dengan demikian seluruh kegiatan pengembangan kedua kompetensi tersebut pada berbagai lembaga pelatihan pemerintah harus terikat dalam suatu kerangka sistem pembelajaran yang menganut prinsip-prinsip corporate university. Adapun untuk pengembangan kompetensi teknis menjadi kewenangan coprorate university masing-masing instansi sektoral (Corpi) sesuai tugas dan fungsinya. Sebagaimana terlihat pada gambar di atas, Corpu ASN berada pada area hijau yang di dalamnya terdapat interkoneksi dan sinergi antar berbagai lembaga pelatihan.

Pembelajaran di Tempat Kerja

Pembelajaran di tempat kerja banyak yang berlangsung dalam bentuk informal, tidak terstruktur serta implisit dalam artian embedded dalam pelaksanaan tugas pegawai. Karena banyaknya pengetahuan yang terbentuk dan terbagi melalui proses belajar informal di tempat kerja maka dapat diumpamakan sebagai gunung es. Bagian kecil gunung es yang muncul di permukaan adalah analogi pelatihan formal, sementara gumpalan yang jauh lebih besar yang tidak terlihat karena tenggelam di bawah permukaan air adalah analogi pembelajaran di tempat kerja. Itulah sebabnya keberadaan dan manfaat pembelajaran di tempat kerja kurang disadari sehingga tidak mendapatkan apresiasi dan pengakuan sebagai instrumen pengembangan kompetensi pegawai.Pembelajaran di tempat kerja dapat didefinisikan sebagai akuisisi pengetahuan atau keterampilan dengan cara formal atau informal yang terjadi di tempat kerja dan pembelajaran di tempat kerja terbingkai oleh budaya organisasi (Cacciattolo 2015). Terdapat pendapat yang beragam mengenai apa saja bentuk-bentuk pembelajaran di tempat kerja. Metode pembelajaran di tempat kerja beragam yang menurut Silverman (2003) dapat diklasifikasikan ke dalam tiga tipe yang mengandung intervensi pempelajaran dalam bentuk tertentu: in-house training, kesempatan belajar berbasis pengalaman dan pelatihan melalui coaching dan mentoring, dan pembelajaran berkelanjutan (dalam Cacciattolo 2015). Pertemuan, diskusi kelompok, briefing, membaca materi terkait pekerjaan, penggunaan Audio/Video, kursus secara korespondensi menurut (Wahab, Saad et al. 2014) juga termasuk pembelajaran di tempat kerja. Penelitian menunjukkan bahwa 80% pembelajaran terjadi secara informal dalam bentuk belajar sendiri, networking, coaching, mentoring (Yeo 2008).(Delahaye 2005) mengamati adanya pergeseran sepuluh tahun terakhir ini dari pembelajaran formal di luar tempat kerja ke pembelajaran di tempat kerja disebabkan sulitnya mentransfer hasil pembelajaran ke tempat kerja. Kekuatan pembelajaran di tempat kerja terletak pada kemampuannya memberikan pengalaman belajar yang otentik dan kontekstual (Billett 2001).

27 views