Inovasi yang Pernah Saya Tangani

Muhammad Firdaus

Inovasi merupakan bagian penting dari karir saya sebagai Pegawai Negeri Sipil. Saya diterima sebagai CPNS di Lembaga Administrasi Negara (LAN) tahun 1993 dan berstatus PNS penih tahun 1994. Masa awal bekerja di Lembaga Administrasi Negara (LAN) saya guakan untuk mencoba  hal-hal baru atau berbeda. Semangat pembaharuan ini terinspirasi oleh pengalaman saya hidup dan berinteraksi dengan masyarakat di beberapa negara maju sebelum dan di masa awal karir sebagai PNS.

 

Tahun 1997, jauh sebelum bekerja di LAN saya berkesempatan hidup di keluarga angkat di Canada dalam program pertukaran pemuda Indonesia-Canada, juga berkesempatan hidup di Australia dalam rangka menempuh pendidikan pasca sarjana di bidang Computing Studies tahun 1992-1993, di Inggris dalam rangka pendidikan MBA dan di Australia kembali dalam rangka pendidikan Doktor.

Pengalaman selama hidup di beberapa negara tersebut mengasah sensitifitas saya dalam melihat perbedaan antara praktik cerdas di negara maju dan kenyataan yang saya alami sebagai PNS muda ketika itu. Dengan kewenangan terbatas sebagai pegawai baru, saya mampu menggagas dan mewujudkan pembangunan laboratorium komputer di LAN Perwakilan Sulsel yang ketika itu masih merupakan fasilitas langka di instansi pemerintah, memberikan kursus ekstrakurikuler penggunaan komputer bagi mahasiswa sarjana dan pasca sarjana STIA LAN Makassar, menyusun rancangan laboratorium kepemimpinan, menggagas sharing antar pegawai berbahasa Inggris sekali seminggu.
Meskipun belum pernah diukur dampaknya secara formal, namun saya berharap ikhtiar tersebut turut mewarnai citra positif Lembaga Administrasi Negara di daerah.

Ketika mendapat amanah jabatan eselon III (Sekarang Administrator) di PKP2A II LAN Makassar (Sekarang Puslatbang KMP) pada tahun 2008, saya memanfaatkan kewenangan yang terbatas untuk bereksperimen dengan inovasi di sektor publik. Yang pertama saya lakukan adalah membentuk informal sharing yang sifatnya sukarela dan berhasil memberikan panggung bagi pegawai pada semua tingkatan untuk berani mengemukakan gagasan dan keresahannya. Kegiatan sharing ini pula yang melahirkan nilai budaya kerja PKP2A II LAN yaitu “Komitmen, Integritas, Inovatif, Profesional dan Peduli” disingkat KIIP. Inovasi ini tidak berhenti pada level slogan tetapi benar-benar terimplementasikan melalui program Kelompok Budaya Kerja yang merupakan motor penggeraknya.

Ketika diberi amanah jabatan Pimpinan Tinggi Pratama selaku  Kepala PKP2A II LAN tahun 2014, inisiatif pertama yang saya jalankan adalah “menjadikan jam karet sebagai musuh bersama dan sejarah masa lalu”. Berkat insiatif  ini semua kegiatan terjadwal dilaksanakan tepat waktu secara konsisten. Stakeholder eksternalpun sudah dapat menyesuaikan diri dengan menghilangkan kebiasaan mentolerir keterlambatan 30 menit ketika menghadiri undangan kami.

Selanjutnya saya mencoba mengadaptasi praktik cerdas di sektor swasta dalam mengatasi permasalahan dengan cepat dan tuntas dengan inovasi bernama “Service Failure and Recovery” (SFR). Diantara inovasi yang telah dan saya buat kemudian, inovasi inilah yang paling berkesan bagi saya. SFR ditujukan untuk merobohkan dinding pembatas antar unit kerja yang ketika itu sangat kuat. Hasilnya pegawai merasa bertanggung jawab untuk mencegah dan menginisiasi solusi permasalahan dan potensi permasalahan baik di unit sendiri maupun di unit kerja lain. Dampak utama dari inovasi ini adalah tumbuhnya keterbukaan pegawai terhadap kritik membangun dan kebiasaan mengapresiasi rekan kerja yang melahirkan solusi tuntas. Inovasi yang dimulai tahun 2015 ini masih tetap berlangsung hingga kini.

Ketika mengikuti Diklatpim II (Sekarang PKN II) saya lulus sebagai Peringkat Terbaik I dengan inovasi Manajemen Pengetahuan. Inovasi ini bisa berhasil berkat cairnya komunikasi lintas unit sebagai dampak dari inovasi SFR sebelumnya. Inovasi ini masih berlanjut hingga sekarang. Selanjutnya saya menguatkan inovasi sebelumnya dengan inisiatif “Touch Point” atau titik sentuh, yakni memberikan pengalaman dilayani yang melebihi ekspektasi pada titik-titik dimana pengguna layanan berinteraksi langsung dengan PKP2A II LAN, seperti security, sopir, resepsionis, website. Semua pegawai pada titik sentuh ini diberi pelatihan khusus dan diangkat couch dan mentor dari kalangan pegawai senior untuk membantu mendetailkan prosedur dan praktik palayanannya agar berkesan bagi stakeholder. Inovasi ini tidak dapat saya kawal sampai tuntas karena diberi amanah untuk bertugas di Kantor Pusat LAN RI di jakarta sejak tahun 2018.

 

Inovasi yang saya lakukan di PKP2A II LAN Makassar seluruhnya berbasis pengembangan kompetesi dan budaya organisasi. Namun karena bidang tugas dan tanggung jawab saya sebagai Kepala Pusat Teknologi Pengembangan Kompetensi maka inovasi yang saya lakukan cenderung bersifat solusi berbasis teknologi. Inovasi pertama yang saya pimpin adalah penyusunan pedoman pembelajaran di tempat kerja yang menyediakan instrumentasi pembelajaran bagi ASN Corporate University yang mulai digagas ketika itu. Inovasi ini merupakan bagian dari keikutsertaan saya pada PKN I tahun 2018. Sambil menunggu terwujudnya ASN Coprorate University, maka pedoman pembelajaran di tempat kerja ini saya terbitkan dalam bentuk buku berjudul “Belajar sambil Bekerja dan Bekerja sambil Belajar” pada tahun 2021. Selanjutnya saya memimpin pembangunan Learning Management Systems (LMS) bernama ASN Ungggul yang selama masa pandemi Covid-19 sangat berperan dalam mendukung berbagai pelatihan ASN secara jarak jauh. Hingga sekarang ASN Unggul telah memfasilitasi sekitar 7000 peserta pelatihan selama masa pandemi Covid-19. Menyadari nilai manfaatnya, kini saya sementara memimpin pengembangan lebih lanjut dari ASN Unggul untuk menjadi Quasy Learning Marketplace ASN dengan arsitektur Multi-Tenancy. LMS ini dapat mengintegrasikan dan mengkonsolidasikan LMS di berbagai instansi pemerintah sehingga menjadi singgle access point bagi ASN yang ingin belajar dari berbagai tenant. Inovasi lain yang saya kembangkan adalah “Kinerja Nyata Berkat Aksi Nyata” (KANBAN) yang berguna untuk mengelola arus pekerjaan dari inisiasi hingga tuntas secara kolaboratif dan akuntabel dari manapun dan kapanpun. Berkat Kanban maka Pustek Bangkom mampu mencapai serapan anggaran di atas 95% dan output kegiatan 100% pada tahu 2020. Inovasi terkini yang saya buat adalah ASN Encyclopedia yang merupakan platform penulisan berbasis crowdsouring dengan topik seputar ASN. Aplikasi ini menggunakan platform yang sama dengan Wikipedia yang sudah terkenal luas. Inovasi ini menduduki peringkat terbaik III pada lomba inovasi lingkup LAN RI. Aplikasi ini sudah memuat sekitar 100 tulisan dan terus dipromosikan agar dikenal dan digunakan oleh berbagai pihak yang berkepentingan.

Berbagai inovasi tersebut di atas tidak terwujud dengan mudah tetapi menguji kemampuan saya untuk memimpin berbagai pihak internal dan eksternal untuk bersama-sama mewujudkannya. Terlepas dari tantangan tersebut, saya akan tetap mengembangkan lebih jauh inovasi yang sudah ada dan mencari solusi baru bagi permasalahan yang menghambat kemajuan sektor publik.